Blogger

Senin, 01 Juli 2013

Winbrello



   Situasi : perpanjang pajak kendaraan di samsat
Logika :
1.     Pemilik datang ke samsat lalu melakukan cek fisik ke petugas cek fisik
2.     Setelah selesai melakukan ccek fisik, pemilik di kasih berkasi fisik kendaraan nya.
3.     Pemilik mendatangi loket untuk memberikan hasil berkas fisik kendaraan nya.
4.     Lalu petugas loket memproses hasil berkas, dan setelah itu petugas loket memberikan kwitansi pembayaran pajak kendaraan si pemilik
5.     Pemilik mendatangi kasir untuk membayar pajak kendaraan nya.

6.     Setelah pembayaran selesai, pegawai memberikan stnk baru.
 

Mengatasi masalah Disk boot failure

saat saya dan teman saya bertugas memperbaiki komputer, sebetulnya hal ini tidak biasa saya lakukan, tugas yg akan saya kerjakan adalah komputer yang dibawakan ke saya untuk diperbaiki semuanya mengalami gejala yang sama yaitu tidak bisa Booting dengan pesan Disk Boot Failure, Insert System Disk and Press Enter.
Jika diamati dengan baik, masalah yang sering muncul pada software ternyata ada 3 kelompok besar.
1.     Proses POST (Power on Self Test) tidak jalan sempurna, sehingga tidak bisa masuk ke proses operating system.
2.     Proses no 1 diatas baik tetapi boot operating system tidak sempurna sehingga kita tidak bisa sampai ke desktop.
3.     Proses 1 dan 2 sempurna hingga ke desktop, tetapi ada sebagian program berjalan tidak sempurna atau tidak bisa jalan sama sekali.
Boot System
Boot system adalah suatu fasilitas yang dibuat pada saat instalasi partisi harddisk dan digunakan untuk proses loading pertama kali pada suatu sistem operasi, misalnya Windows. Boot system disimpan di cluster pertama atau sering disebut master boot record. Kita bisa membuat boot system selain pada harddisk dengan menggunakan sebuah disket 3½ inci HD. Kita juga bisa membuat disk boot menggunakan CD dengan menggunakan software  Namun, kita tetap membutuhkan disket start up untuk memasukkan sistemnya ke CD.
Proses POST (Power On Self Test)
1.     Ketika tombol power pada komputer (CPU) ditekan maka proses POST segera dimulai.
2.     Jika semua level tegangan sudah dalam kondisi yang semestinya, power suplai mengirim sinyal power good. Waktu normal yang dibutuhkan dari power on sampai muncul poivergooc/antara 0,1-0,5 detik.
3.     Sebuah chip timer yang menerima sinyal power good akan mengirimkan sinyal reset kepada mikroprosesor (CPU).
4.     CPU akan menjalankan program BIOS yang tersimpan di dalam ROM. BIOS akan melakukan pemeriksaan kondisi memori dan semua peralatan yang dihubungkan ke komputer. BIOS juga akan memeriksa drive A.
5.     Jika di dalamnya terdapat disket yang berisi DOS, BIOS akan menjalankan program DOS tersebut.
6.     Program yang bertugas membaca program DOS dari disket dan menyimpannya ke dalam RAM adalah BOOTSTRAP LOADER. Istilah BOOTSTRAP LOADER diambil dari ungkapan to pull one self up the bootstrap. Program ini biasanya disimpan di dalam ROM. Program ini akan mendapatkan kontrol begitu komputer dinyalakan. Program akan mengambil sistem operasi dari disk ke memori hingga bank switch ROM-nya sampai off lagi. Dengan demikian. kontrol dari sistem akan dialihkan ke sistem operasi.
7.     Jika komputer sudah berjalan, program BOOTSTRAP LOADER ini dapat diaktifkan kembali dengan menekan reset. Jika tidak terdapat disket di dalam drive A. Komputer akan beralih memeriksa harddisk yang terpasang di komputer. DOS akan dibaca dari harddisk.
8.     Jika pada drive A tidak terdapat disket dan tidak ada harddisk yang terpasang, BIOS akan menampilkan pesan Insert Disk Operating System. Komputer akan mengidentifikasi sistem I/O dengan mengaktifkan BOOTSTRAP LOADER. Jika status I/O dalam keadan normal, proses akan dilanjutkan dengan melacak modul transiet yaitu file IO.SYS, MSDOS.SYS dan COMMAND.COM.
9.     Jika identifikasi ini berjalan normal, modul transiet akan menempati area di internal memori (RAM). File IO.SYS dan MSDOS.SYS sifatnya hidden (tidak terlihat pada direktori disket). IO.SYS, MSDOS.SYS dan COMMAND.COM bisa disebut sebagai file boot. Jika salah satu file ini tidak ada, komputer tidak bisa dioperasikan.
10.  Jika tidak ditemukan file IO.SYS dan MSDOS.SYS, pesan yang akan ditampilkan di layar adalah Non-System Disk or Disk Error, Replace and Strike Any Key when Ready. Bisa juga muncul pesan Disk Boot Failure, Insert System Disk and Press Enter.
11.  Jika proses no 10 di atas berjalan normal maka komputer akan segara memasuki jendela selamat datang dari Operating System.
Terkadang terdapat kesalahan kecil membuat kita bingung dan putus asa, ada beberapa solusi jika menemukan keadaan seperti ini:
1. Periksa kabel HDD kemungkinan ada yang kendor atau lepas jika perlu copot dan pasang kembali.
2. Periksa tegangan Power supply.
3. Masuk ke BIOS dan periksa apakah HDD nya terdetek? jika iya maka kemungkinan terjadi Bad sector.
4. Jika semua yang disebut di atas sudah ok namun problem anda belum juga solved ada kemungkinan anda install ulang OS. Dari 4 komputer yang saya tangani hampir bersamaan terdapat satu komputer yang masuk kategori ini dan lebih parah dari ini HDD ini selalu gagal ketika di Format dan gagal juga di install ulang OS nya. Dan jika anda menghadapi problem seperti ini jangan putus asa tapi lepas HDD dan pasang di komputer lain.
5. Format HDD ini dari komputer lain dengan menggunakan software Low Level Formatwaktu yang anda butuhkan untuk menggunakan software ini memang relative lama tergantung kapasitas HDD anda. biasanya antara 3 sampai 6 jam.
6. Jika sudah pasang kembali HDD anda dan install.
NB: - periksa kabel ATA komputer anda
     - jumper kabel yg menyambung ke harddisk
       seperti anda clone

sumber : http://ruangan-it.blogspot.com/2013/03/mengatasi-masalah-disk-boot-failure.html

Perbedaan ExecuteNonQuery, ExecuteReader dan ExecuteScalar

Perbedaan ExecuteNonQuery, ExecuteReader dan ExecuteScalar Command VBNET
Mungkin sebaiknya anda baca dulu postingan saya yang ini : 1 dan 2. OK saya lanjutkan dan saya akan jelaskan beserta contohnya :

1.ExecuteNonQuery
Adalah perintah untuk mengeksekusi script SQL : DDL (Data Definition Language) dan/atau CRUD (Create Update Delete). jadi perintah SELECT (query) tidak dapat dilakukan oleh ExecuteNonQuery. Contoh :

   Dim cmd As New SqlClient.SqlCommand
   cmd.CommandText = "INSERT INTO DJIESOFT..." 
   atau cmd.CommandText = "CREATE DATABASE DJIESOFT..." 
   atau cmd.CommandText = "DELETE FROM DJIESOFT ..."
   cmd.ExecuteNonQuery()

Output dari ExecuteNonQuery adalah Integer, yaitu berapa banyak row/data yang ter-execute. Contohnya cukup tambahkan sintak ini (kelanjutan dari contoh diatas) :
Dim data_terhapus As Integer = cmd.ExecuteNonQuery()
atau
Dim data_teredit As Integer = cmd.ExecuteNonQuery()
MsgBox ("Data yang ter-Update : " + data_teredit.ToString)

2.ExecuteReader
Adalah kebalikan dari ExecuteNonQuery, yaitu hanya perintah SELECT (Query) saja yang dapat dilakukan. Output dari ExecuteReader adalah DataReader, jadi hasil perintah SELECT itu datanya akan disimpan ke variable DataReader yang sebelumnya kita deklarasikan. Contoh :
  
   Dim cmd As New SqlClient.SqlCommand
    cmd.CommandText = "SELECT * FROM DJIESOFT ..."
    Dim myReader As SqlClient.SqlDataReader = cmd.ExecuteReader
   
3.ExecuteScalar
Adalah dapat dikatakan mirip dengan ExecuteReader yaitu hanya perintah SELECT (Query) saja yang dapat dilakukan. Tetapi bedanya adalah outputnya adalah object, dimana ExecuteScalar hanya akan menghasilkan data pada kolom pertama dan baris pertama (first column & row). contoh :
saya mempunyai data :
KODE    NAMA    ALAMAT
66        djie    bandung
77        soft    jakarta

    Dim cmd As New SqlClient.SqlCommand
    cmd.CommandText = "SELECT KODE, NAMA, ALAMAT FROM DJIESOFT ..."
    Dim hasil As String = cmd.ExecuteScalar

maka outputnya adalah : hasil = 66 (ingat hanya kolom pertama dan baris pertama yang akan dihasilkan)
jadi perintah ExecuteScalar ini cocok untuk mengambil data pada kasus :
1.mencari nourut : "SELECT TOP 1 NOURUT FROM DJIESOFT ORDER BYNOURUT DESC"
2.mencari data yang sama (cek duplikat) : "SELECT 'ADA NIH' FROM DJIESOFT WHERE NAMA='DJIE'"
3.dan lain lain

Sumber : http://djiesoft.blogspot.com/2013/04/perbedaan-executenonquery-executereader.html

Senin, 24 Juni 2013

Contoh Laporan Penulisan Ilmiah (Dampak Interner Bagi Pendidikan)

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah,Atas Berkat Rahmat Allah yang maha kuasa serta karna rohman rohimnya, Karya Tulis ilmiah yang singkat ini dapat terselesaikan tepat waktu. Yang mana pada kali ini mengambil tema :Dampak Internet Bagi Pendidikan
Dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini banyak pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung.oleh karena itu peneliti sepantasnya mengucapkan banyak terimah kasih yang telah menbantu saya dalam penelitian ini.
Peneliti yakin masih banyak kekurangan dalam menyusun karya tulis ilmiah yang singkat ini.oleh karena itu peneliti mengharapkan kritik dan saran yang positif agar karya tulis ilmiah ini menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa yang akan datang.

Bogor, 20 Mei 2013
Peneliti
Bayu Setiawan

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………………………………………………………             i
HALAMAN PENGESAHAN ……………………………………………..            .ii
HALAMAN PERSEMBAHAN …………………………………………..            iii
KATA PENGANTAR ……………………………………………………..             iv
DAFTAR ISI ……………………………………………………. ………..             v
DAFTAR

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ………………………………………. …….                  1
1.2 Rumusan Masalah …………………………………………..                  1
1.3 Tujuan Penelitian …………………………………………..                   1
1.4 Manfaat Penelitian ………………………………………….                  2

BAB II KAJIAN TEORI
2.1 Pembahasan Teori ………………………………………….                  3
2.2 Pengajuan Hipotesis ………………………………………..                   4

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ……………………………..                    5
3.2 Metode dan Rancangan Penelitian ………………………..                    5
3.3 Pengumpulan Data dan Analisis Data ……………………..                   6

BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Hasil-hasil Pembahasan …………………………………….                   7
4.2 Jawaban Terhadap Hipotesis ……………………………….                  8

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan …………………………………………………                  10
5.2 Saran ………………………………………………………..                  10

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………….                  11
BIODATA PENULIS ……………………………………….. ………..                  11


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Penggunaan teknologi internet di dunia semakin meningkat. Setiap orang pasti telah menikmati layanan internet. Dahulu internet hanya digunakan oleh para pekerja di bidang teknologi komputasi berbasis internet dan yang mengerti teknologi itu saja. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi ini juga mengalami perkembangan ke arah pencapaian kemudahan dan kenyamanan luar biasa dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang dianggap tidak mungkin dapat dikerjakan dalam waktu singkat.
Negara-negara besar di dunia seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Cina pun terus berlomba-lomba menghadirkan inovasi baru dalam perkembangan teknologi dunia. Teknologi yang terpesat perkembangannya saat ini adalah teknologi informasi dan telekomunikasi, yang menghadirkan beragam pilihan bentuk teknologi dan kecanggihannya.
Internet adalah salah satu bukti nyata pesatnya perkembangan teknologi di bidang informasi dan telekomunikasi. Internet membawa pengaruh yang sangat besar dalam pola kehidupan masyarakat dunia, khususnya negara-negara maju. Internet disebut juga dunia tanpa batas karena sifatnya yang benar-benar mendunia. Waktu dan jarak bukan lagi masalah untuk memperoleh informasi maupun memberi informasi. Walau masih tertinggal jauh dari Negara-negara Asia yang lebih maju, perkembangan internet di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Secara keseluruhan memang masih dapat dikatakan bahwa internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia.
Internet kini menjadi pusat informasi di seluruh dunia. Pada kenyataannya ada sebagian orang yang belum memanfaatkan fungsi dari adanya internet. Sebagian orang mengalami kesulitan dalam mencari informasi karena kendala bahasa. Padahal berbagai kepentingan pekerjaan maupun pendidikan bergantung pada internet. Semua itu menuntut setiap individu untuk dapat mengoperasikan internet sebagai konsekuensi hidup di zaman serba canggih ini. Internet sebagai media pembelajaran mulai diterapkan pada dunia pendidikan. Peserta didik diajarkan mengenai pengoperasian internet, tujuannya adalah agar peserta didik mengenal dunianya, dunia yang tidak berhenti mengalami perkembangan teknologi.
Namun, sebesar apapun manfaat internet bagi kehidupan manusia, sebesar itu pula internet membawa pengaruh buruk. Pengaruh buruk ini tentunya harus dihindari, terutama bagi para peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.

1.2  Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka masalah dalam penulisan ini dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana peranan internet dalam bidang pendidikan ?
2. Apa saja dampak-dampak penggunaan internet bagi pendidikan ?
3. Bagaimana cara menyikapi berbagai dampak penggunaan internet ?
 1.3  Tujuan Penelitian
 Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah :
1. Untuk mengetahui peranan internet dalam bidang pendidikan.
2. Untuk mengetahui berbagai dampak penggunaan internet bagi pendidikan.
3. Untuk mengetahui cara menyikapi dampak atau pengaruh penggunaan internet.
1.4  Manfaat penulisan ini :
1. Bagi peserta didik, penulisan ini bermanfaat sebagai referensi mengenai perkembangan internet serta peranannya dalam kehidupan sosial, pengaruh positif maupun negatif dari penggunaan internet, terutama dalam bidang pendidikan, dan sebagai acuan untuk menyikapi berbagai dampak dari internet agar dapat terhindar dari penyalahgunaan internet.
2. Bagi pendidik, penulisan ini berguna untuk memberi informasi seputar internet, pengaruh-pengaruh internet terhadap daya kreativitas dan perkembangan peserta didik, serta memudahkan pendidik dalam turut serta membantu menjauhkan peserta didik dari penyalahgunaan internet.
3. Bagi orang tua, penulisan ini berfungsi untuk memberi informasi mengenai berbagai manfaat serta keburukan internet, berbagai situs internet, dan membantu orangtua melakukan pengawasan terhadap anak agar terhindar dari keburukan internet.
4. Bagi pemerintah, penulisan ini dimaksudkan sebagai penginformasian mengenai dampak-dampak internet yang tidak sepenuhnya baik, khususnya terhadap pendidikan, serta sebagai permohonan penegasan dan tindak lanjut pemerintah atas dampak-dampak buruk internet yang sampai saat ini masih membahayakan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga diharapkan menyamaratakan perkembangan Internet di seluruh daerah di Indonesia.
5. Bagi pihak warnet, penulisan ini berguna sebagai informasi tentang berbagai dampak dan pengaruh internet agar pihak warnet menjadi lebih berhati-hati dalam menjalankan usahanya.

BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Pembahasan Teori 

          A. Dampak Internet
Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik).Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak ( dalam hal ini provider ) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet.
Dampak Positif :
1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat
3. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
Dampak Negative :
1. Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.
2. Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut
3. Kecenderungan munculnya kecanduan pelajar SLTP akan internet, yang mengakibatkan lupa waktu. Kecanduan akan game online, chatting dan fasilitas internet lainnya memicu anak menjadi malas belajar(minat belajar berkurang) atau pun enggan melakukan aktivitas sosial lainnya.

B. Boros

Definisi Boros adalah perbuatan yang menghambur-hamburkan Uang dan Berlebihan melakukan dengan hasil yang minimum. Dalam kajian ini Boros diartikan sifat yang buruk yang mana Boros itu dapat mempengaruhi uang saku para pengguna Internet
C Prestasi Akademik
Prestasi Akademik adalah presatasi yang di gapai dalam  bidang Pelajaran di sekolah atau Universitas. Pendidikan untuk siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa selama ini belum berjalan secara optimal. Masih banyak dijumpai siswa dengan bakat akademis yang mengalami gejala “prestasi kurang”/underachiever.  Hal ini akan menghambat pemberdayaan potensi sumber daya manusia apabila terus berlangsung(I Wayan Dharmayana.2007).
.
2.2 Pengajuan Hipotesis

          Disini peneliti mengemukakan hipotesis bahwa Internet memiliki dampak :
1. Pengaruh dan Dampak Positif Internet bagi Pendidikan 
2. Pengaruh dan Dampak Negatif Internet bagi Pendidikan 
3. Internet dapat menurunkan Prestasi Akademik
               

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian  
          Waktu                         : Hari Sabtu, tanggal 8 Mei 2013 -  19 Mei 2013
Tempat            
          a. SDN Bojong Gede 7, Kab.Bogor
          b. SMP N 11 Bogor, Kota Bogor
c. SMA N 2 Bogor, Kota Bogor 
3.2 Metode dan Rancangan Penelitian  
A. Metode penelitian
Metode yang peneliti lakukan adalah Metode pustakawan dan Teknik Observasi ( melakukan survei kepada para narasumber) . disini peneliti membagi narasumber berdasarkan tingkatan sekolah :
A. SD
B. SMP
C. SMA
B. Rancangan Penelitian :
1. Berapa kali dalam seminggu anda internetan ?
2. Berapa besar presentasi anda untuk mengunjungi situs pengetahuan, ketika internetan
1. Situs pengetahuan apa yang anda tahu ?
4. Apakah prestasi akademik  meningkat dengan adanya perkembangan internet?
5. Apakah perkembangan internet mempengaruhi pergaulan pelajar?
6. Apakah perkembangan internet mempengaruhi uang saku.
7. Apakah perkembangan internet mempengaruhi moral para pelajar.
8. Apakah anda pernah mengunjungi situs porno ?





3.3 Pengumpulan Data dan Analisis Data
          A. Pengumpulan Data :
Untuk Menjawab Hipotesis, Peneliti telah melakukan berbagai survey yang mana surey itu berisikan Rancangan Penelitian,Tempat  di lakukan Penelitian adalah di SDN Bojong Gede 7, SMPN 11 Bogor, SMA N 2 Bogor , sedangkan Waktu Penelitian di lakukan Pada Tanggal 9 Mei 2013 sampai dengan 16 Mei 2013.
B. Teknik Analisis Data
Teknik Analisis Data yang digunakan dalam  Peneliti ini Adalah Teknik Survey atau Tanya Jawab kepada Narasumber


BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Hasil –Hasil Pembahasan
Hasil Penelitian tentang pengaruh Manfaat Internet bagi Pelajar Indonesia Adalah :
- Jenis Kelamin        :
 Laki-Laki = 50%
Perempuan = 50%
- Tingkatan Subjek           : 
SD
SMP
SMA
1. Berapa kali dalam seminggu anda internetan ?
SD : 2x Seminggu ( 50% ),3x Seminggu (50%)
SMP : 3x Seminggu ( 50%), 4x Seminggu ( 30%), 5x Seminggu (20%)
SMA : 5x Seminggu (45%),6x Seminggu (30%),7x Seminggu (25%)
2. Berapa besar presentasi anda untuk mengunjungi situs pengetahuan, ketika internetan
SD : 0%
SMP : 10%
SMA : 30 %
1. Situs pengetahuan apa yang anda tahu ?
SD : Tidak Tahu
SMP : Wikipedia ( 80%), Lain-Lain (20%)
SMA : Wikipedia (55%),BSE(35%),Lain-Lain ( 10%)
1. Apakah prestasi akademik  meningkat dengan adanya perkembangan internet?
SD : Tidak Tahu
SMP : Iya ( 80%),Tidak ( 20%)
SMA : Iya (97%),Tidak (3%)
5. Apakah perkembangan internet mempengaruhi pergaulan pelajar?
SD : Tidak Tahu
SMP : Iya (95%),Tidak (5%)
SMA: Iya (100%)
6. Apakah perkembangan internet mempengaruhi uang saku.
SD : Iya ( 75%), Tidak (25%)
SMP : Iya (98%),Tidak (2%)
SMA: Iya (100%)
7. Apakah perkembangan internet mempengaruhi moral para pelajar.
SD : Tidak Tahu
SMP : Iya (90%),Tidak (10%)
SMA: Iya (96%),Tidak (4%)
8. Apakah anda pernah mengunjungi situs porno ?
SD : Iya (5%),Tidak (95%)
SMP : Iya (50%),Tidak (50%)
SMA : Iya (50%),Tidak (50%)
4.2 Jawaban Terhadap Hipotesis
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengajuan Hipotesis tidak sepenuhnya Benar karna menurut data penelitian bahwa :
1. A.    Internet  tidak selamanya memiliki dampak Buruk/negative.
1. Untuk SD  Setelah dilakukan penelitian bahwa internet menurut mereka adalah untuk bermain game-tidak untuk pengetahuan. Dan ini peneliti menyimpulkan bahwa internet untuk Golongan ini memiliki dampak Negativ/buruk.
2. Untuk SMP  Setelah dilakukan penelitian bahwa internet menurut mereka adalah untuk mencari pengetahuan dan hiburan ( game online)
3. Untuk SMA  Setelah dilakukan  penelitian bahwa internet menurut merkea adlah salah satu sumber Ilmu dan pengetahuan
1. B.     Internet membuat uang saku Menjadi Boros
Untuk semua tingkatan  : setelah dilakukan Penelitian hampir 75% untuk SD,98% untuk SMP,dan 100% untuk SMA.  mengatakan bahwa Internet dapat membuat uang saku Menjadi Boros,
1. C.    Internet Tidak sepenuhnya menurunkan Prestasi Akademik  
1. Untuk SD : setelah dilakukan penelitian bahwa 100% . anak pada umur ini tidak mengetahui bahwa internet adalah salah satu sumber ilmu yang dapat meningkatkan prestasi akademik mereka.
2. Untuk SMP : setelah dilakukan penelitian bahwa 80% menyatakan bahwa internet dapat  meningkatkan prestasi Akademik, dan 20% menyatakan bahwa internet tidak dapat menigkatkan prestasi Akademik.
3. Untuk SMA : setelah di lakukan penelitian bahwa 100% menyatakan bahwa internet dapat meningkatkan Prestasi Akademik

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1  Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian terhadap pengaruh pemanfaatan internet terhadap anak – anak dan remaja Indonesia adalah Internet dapat memiliki dampak positive/negative tergantung para pengguna internet, akan tetapi untuk  SD dapat di simpulkan bahwa internet memiliki dampak negative karna kecenderungan mereka menggap bahwa internet hanya sebagai media hiburan dan Game online.  Sedangkan untuk SMP dan SMA  dapat disimpulkan bahwa mereka menggap internet sebagai salah satu sumber Ilmu /Pengetahuan
5.2 Saran
Peneliti menyarankan bahwa Internet memiliki dampak Positif dan negative. Untuk meminimalisir Anak-Anak dan para remaja untuk mengunjungi situs-situs yang negative. Perlu diadakanya pengawasan yang diadakan oleh para Orang tua.Adanya pengaruh pengawasan dari orang tua siswa itu sendiri, yang mengarahkan kepada anaknya bagaimana dan untuk apa penggunaan fasilitas internet itu. Juga dapat menumbuhkan minat dan bakat siswa terhadap jaringan atau penguasaan fasilitas – fasilitas internet.


DAFTAR PUSTAKA
http://pelitaku.sabda.org/memahami_struktur_karya_tulis_ilmiah
http://www.scribd.com/doc/9348772/Karya-Tulis
http://umpukakahsig.blogspot.com/2010/06/penelitian-dampak-positif-dan-negatif.html
http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/07/contoh-karya-ilmiyah.html
http://ridwanaz.com/akademik/pengertian-dan-panduan-atau-petunjuk-teknik-menulis-makalah/
http://www.scribd.com/doc/52222266/32/Contoh-daftar-lampiran
Ahmad Kusnandar,Alamsyah.MK.1999.Pelajaran Internet.Bandung:Armico
Osdirwar Osman,2006,Teknologi Informasi dan Komunikasi,Depok:ARYA DUTA
http://punyadamarfirdauzi.wordpress.com/2012/11/21/pengaruh-pemanfaatan-internet-bagi-anak-anak-dan-remaja-indonesia/


Contoh Proposal Penulisan Ilmiah (Dampak Internet Bagi Pendidikan)

BAB I

PENDAHULUAN


           1.1  Latar Belakang
              Penggunaan teknologi internet di dunia semakin meningkat. Setiap orang pasti telah menikmati layanan internet. Dahulu internet hanya digunakan oleh para pekerja di bidang teknologi komputasi berbasis internet dan yang mengerti teknologi itu saja. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi ini juga mengalami perkembangan ke arah pencapaian kemudahan dan kenyamanan luar biasa dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang dianggap tidak mungkin dapat dikerjakan dalam waktu singkat.

                 Negara-negara besar di dunia seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Cina pun terus berlomba-lomba menghadirkan inovasi baru dalam perkembangan teknologi dunia. Teknologi yang terpesat perkembangannya saat ini adalah teknologi informasi dan telekomunikasi, yang menghadirkan beragam pilihan bentuk teknologi dan kecanggihannya.

                 Internet adalah salah satu bukti nyata pesatnya perkembangan teknologi di bidang informasi dan telekomunikasi. Internet membawa pengaruh yang sangat besar dalam pola kehidupan masyarakat dunia, khususnya negara-negara maju. Internet disebut juga dunia tanpa batas karena sifatnya yang benar-benar mendunia. Waktu dan jarak bukan lagi masalah untuk memperoleh informasi maupun memberi informasi. Walau masih tertinggal jauh dari Negara-negara Asia yang lebih maju, perkembangan internet di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Secara keseluruhan memang masih dapat dikatakan bahwa internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia.

                  Internet kini menjadi pusat informasi di seluruh dunia. Pada kenyataannya ada sebagian orang yang belum memanfaatkan fungsi dari adanya internet. Sebagian orang mengalami kesulitan dalam mencari informasi karena kendala bahasa. Padahal berbagai kepentingan pekerjaan maupun pendidikan bergantung pada internet. Semua itu menuntut setiap individu untuk dapat mengoperasikan internet sebagai konsekuensi hidup di zaman serba canggih ini. Internet sebagai media pembelajaran mulai diterapkan pada dunia pendidikan. Peserta didik diajarkan mengenai pengoperasian internet, tujuannya adalah agar peserta didik mengenal dunianya, dunia yang tidak berhenti mengalami perkembangan teknologi.

                  Namun, sebesar apapun manfaat internet bagi kehidupan manusia, sebesar itu pula internet membawa pengaruh buruk. Pengaruh buruk ini tentunya harus dihindari, terutama bagi para peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.


1.2  Rumusan Masalah

                  Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka masalah dalam penulisan ini dirumuskan sebagai berikut :
1.          Bagaimana peranan internet dalam bidang pendidikan ?
2.        Apa saja dampak-dampak penggunaan internet bagi pendidikan ?
3.         Bagaimana cara menyikapi berbagai dampak penggunaan internet ?

 1.3  Tujuan Penelitian

                      Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah :
1.      Untuk mengetahui peranan internet dalam bidang pendidikan.
2.      Untuk mengetahui berbagai dampak penggunaan internet bagi pendidikan.
3.      Untuk mengetahui cara menyikapi dampak atau pengaruh penggunaan internet.

1.4  Manfaat penulisan

1.          Bagi peserta didik, penulisan ini bermanfaat sebagai referensi mengenai perkembangan internet serta peranannya dalam kehidupan sosial, pengaruh positif maupun negatif dari penggunaan internet, terutama dalam bidang pendidikan, dan sebagai acuan untuk menyikapi berbagai dampak dari internet agar dapat terhindar dari penyalahgunaan internet.
2.        Bagi pendidik, penulisan ini berguna untuk memberi informasi seputar internet, pengaruh-pengaruh internet terhadap daya kreativitas dan perkembangan peserta didik, serta memudahkan pendidik dalam turut serta membantu menjauhkan peserta didik dari penyalahgunaan internet.
3.         Bagi orang tua, penulisan ini berfungsi untuk memberi informasi mengenai berbagai manfaat serta keburukan internet, berbagai situs internet, dan membantu orangtua melakukan pengawasan terhadap anak agar terhindar dari keburukan internet.
4.        Bagi pemerintah, penulisan ini dimaksudkan sebagai penginformasian mengenai dampak-dampak internet yang tidak sepenuhnya baik, khususnya terhadap pendidikan, serta sebagai permohonan penegasan dan tindak lanjut pemerintah atas dampak-dampak buruk internet yang sampai saat ini masih membahayakan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga diharapkan menyamaratakan perkembangan Internet di seluruh daerah di Indonesia.
5.        Bagi pihak warnet, penulisan ini berguna sebagai informasi tentang berbagai dampak dan pengaruh internet agar pihak warnet menjadi lebih berhati-hati dalam menjalankan usahanya.


BAB II

KAJIAN TEORI

2.1 Pembahasan Teori 

           A. Dampak Internet
Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik).Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak ( dalam hal ini provider ) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet.
Dampak Positif :
1.       Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2.     Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat
3.      Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.

Dampak Negative :
1.       Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.
2.     Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut
3.      Kecenderungan munculnya kecanduan pada tingkat pelajar akan internet, yang mengakibatkan lupa waktu. Kecanduan akan game online, chatting dan fasilitas internet lainnya memicu anak menjadi malas belajar(minat belajar berkurang) atau pun enggan melakukan aktivitas sosial lainnya.

B. Boros

Definisi Boros adalah perbuatan yang menghambur-hamburkan Uang dan Berlebihan melakukan dengan hasil yang minimum. Dalam kajian ini Boros diartikan sifat yang buruk yang mana Boros itu dapat mempengaruhi uang saku para pengguna Internet
C Prestasi Akademik
Prestasi Akademik adalah presatasi yang di gapai dalam  bidang Pelajaran di sekolah atau Universitas. Pendidikan untuk siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa selama ini belum berjalan secara optimal. Masih banyak dijumpai siswa dengan bakat akademis yang mengalami gejala “prestasi kurang”/underachiever.  Hal ini akan menghambat pemberdayaan potensi sumber daya manusia apabila terus berlangsung(I Wayan Dharmayana.2007).

2.2 Pengajuan Hipotesis

          Disini peneliti mengemukakan hipotesis bahwa Internet memiliki dampak :
1.       Pengaruh dan Dampak Positif Internet bagi Pendidikan
2.     Pengaruh dan Dampak Negatif Internet bagi Pendidikan
3.      Internet dapat Mempengaruhi Prestasi Akademik
               

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian  
          Waktu                             : Hari Sabtu, tanggal 8 Mei 2013 -  19 Mei 2013
          Tempat                           :
          a. SDN Bojong Gede 7, Kab.Bogor
          b. SMP N 11 Bogor, Kota Bogor
          c. SMA N 2 Bogor, Kota Bogor

3.2 Metode dan Rancangan Penelitian  

A. Metode penelitian
Metode yang peneliti lakukan adalah Metode pustakawan dan Teknik Observasi ( melakukan survei kepada para narasumber) . disini peneliti membagi narasumber berdasarkan tingkatan sekolah :
A.    SD
B.    SMP
C.    SMA

B. Rancangan Penelitian
1.      Berapa kali dalam seminggu anda internetan ?
2.     Berapa besar presentasi anda untuk mengunjungi situs pengetahuan, ketika internetan
3.      Situs pengetahuan apa yang anda tahu ?
4.     Apakah prestasi akademik  meningkat dengan adanya perkembangan internet?
5.     Apakah perkembangan internet mempengaruhi pergaulan pelajar?
6.     Apakah perkembangan internet mempengaruhi uang saku.
7.     Apakah perkembangan internet mempengaruhi moral para pelajar.
8.     Apakah anda pernah mengunjungi situs porno ?

 3.3 Pengumpulan Data dan Analisis Data
          A. Pengumpulan Data 
Untuk Menjawab Hipotesis, Peneliti telah melakukan berbagai survey yang mana surey itu berisikan Rancangan Penelitian,Tempat  di lakukan Penelitian adalah di SDN Bojong Gede 7, SMPN 11 Bogor, SMA N 2 Bogor , sedangkan Waktu Penelitian di lakukan Pada Tanggal 9 Mei 2013 sampai dengan 16 Mei 2013.

          B. Teknik Analisis Data
Teknik Analisis Data yang digunakan dalam  Peneliti ini Adalah Teknik Survey atau Tanya Jawab kepada Narasumber

Sabtu, 27 April 2013

Kerangka Pembuatan Laporan


KERANGKA PEMBUATAN LAPORAN



PENGERTIAN LAPORAN
Karangan yang berisikan paparan peristiwa atau kegiatan yang telah dilakukan

JENIS LAPORAN
- Laporan perjalanan
- Laporan pengamatan

MENGANALISIS LAPORAN
Merupakan kajian atau penelitian terhadap suatu laporan

Penelitian atau kajian meliputi kegiatan :
1.      Memahami isi laporan secara bentuk isi maupun kebahasaan
2.      Mengurangi secara rinci atau detail isi laporan
3.      Memberikan suatu pandangan atau pendapat terhadap laporan berdasarkan teori atau definisi
MENULIS LAPORAN PERJALANAN
Pengamatan adalah pengawasan secara cermat terhadap kegiatan

Ciri-ciri laporan yang baik :
1.      Menarik dan enak untuk di baca
2.      Dengan dilengkapi data-data yang akurat
3.      Menggunakan bahasa baku
4.      Menggunakan EYD
MENANGGAPI ISI LAPORAN
Salah satu jenis laporan adalah laporan perjalanan


HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MENDENGARKAN LAPORAN :
1.       Judul laporan perjalanan
2.      Orang yang melakukan perjalanan
3.      Tempat tujuan perjalanan
4.      Waktu melakukan perjalanan
5.      Tujuan melakukan perjalanan
6.      Alasan dalam melakukan perjalanan
7.      Proses perjalanan tersebut
8.      Hasil dari perjalanan
Tanggapan terhadap laporan dapat berupa pertanyaan,pengungkapan,persetujuan dan ketidaksetujuan,tangggapan terhadap isi,serta kritik dan saran.

HAL YANG DIPERHATIKAN SAAT MENANGGAPI LAPORAN :
1.      Tanggapan disampaikan secara  objektif terhadap laporan yang disampaikan,baik dari segi isi maupun bentuk
2.      Tanggapan disampaikan seacar fokus dan tepat sasaran
3.      Tanggapan disampaikan dengan tujuan untuk membangun dan memperbaiki isi laporan
4.      Tanggapan disampaikan dengan santun,jelas,komutatif
HAL YANG DAPAT DITANGGAPI :
1.      Bentuk dan sistematika laporan
2.      Isi laporan
3.      Bahasa yang digunakan
4.      Cara menyampaikan laporan
MENYAMPAIKAN LAPORAN SECARA LISAN
Menyampaikan laporan berarti menyajikan suatu data sebagai bukti pertanggungjwaban
HAL YANG DILAPORKAN :
1.      Nama kegiatan
2.      Pendahuluan
3.      Tujuan kegiatan
4.      Siapa pelaksananya
5.      Kapan terjadinya
6.      Dimana kejadian tersebut
Laporan kegiatan merupakan alat yang penting untuk :
a.         Dasar penentuan kebijakan dan pengarahan pimpinan.
b.        Bahan penyusunan rencana kegiatan berikutnya.
c.         Mengetahui perkembangan dan proses peningkatan kegiatan.
d.         Data sejarah perkembangan satuan yang bersangkutan dan lain-lain.

Macam Laporan Kegiatan
a.         Ditinjau dari cara penyampaian, terdapat :
1)       Laporan lisan, disampaikan secara lesan, biasanya dilakukan hal-hal yang perlu segera disampaikan laporan lisan dapat dengan tatap muka, lewat telepon , wawancara dan sebagainya.
2)       Laporan tertulis, disampaikan secara lengkap dalam bentuk tulisan.
b.         Ditinjau dari bahasa yang digunakan, terdapat :
1)       Laporan yang ditulis secara populer, yang menggunakan kata-kata sederhana, kadang-kadang diselingi dengan kalimat humor / lucu.
2)       Laporan yang ditulis secara ilmiah, sebagai hasil peneliti. Biasanya isinya singkat tetapi padat dan sistimatis serta logis.
c.         Ditinjau dari isinya, dapat dibedakan :
1)       Laporan kegiatan, misalnya pelaksanaan perkemahan, pelaksanaan ujian SKU, SKK, Pramuka Garuda.
2)       Laporan perjalanan, misalnya laporan wisata, pengembaraan, penjelejahan dan sebagainya.
3)       Laporan keuangan, menyangkut masalah penerimaan dan penggunaan uang.


Sistimatika Laporan
Hendaknya laporan lengkap, dapat menjawab semua pertanyaan mengenai : apa (what), mengapa ( why ), siapa ( Who ), dimana ( where ), kapan ( when ), bagaimana ( how ).
Urutan isi laporan sebaiknya diatur, sehingga penerima laporan dapat mudah memahami. Urutan isi laporan antara lain sebagai berikut :

1.       Pendahuluan
Pada pendahuluan disebutkan tentang :
a.       Latar belakang kegiatan.A
b.       Dasar hukum kegiatan.
c.       Apa maksud dan tujuan kegiatan.
d.       Ruang lingkup isi laporan.

2.       Isi Laporan
Pada bagian ini dimuat segala sesuatu yang ingin dilaporkan antara lain :
a.       Jenis kegiatan.
b.       Tempat dan waktu kegiatan.
c.       Petugas kegiatan.
d.       Persiapan dan rencana kegiatan.
e.       Peserta kegiatan.
f.         Pelaksanaan kegiatan (menurut bidangnya, urutan waktu pelaksanaan, urutan fakta / datanya).
g.       Kesulitan dan hambatan.
h.       Hasil kegiatan.
i.         Kesimpulan dan saran penyempurnaan kegiatan yang akan datang.

3.       Penutup
Pada kegiatan ini ditulis ucapan terima kasih kepada yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan itu, dan permintaan maaf bila ada kekurangan-kekurangan. Juga dengan maksud apa laporan itu dibuat.


Hal-hal yang perlu diperhatikan
Laporan diusahakan agar :
a.          Singkat dan padat.
b.          Runtut atau sistimatis.
c.          Mudah dipahami isinya.
d.          Isinya lengkap.
e.          Menarik penyajiannya.
f.            Berpegangan pada fakta, data dan persoalannya.
g.          Tepat pada waktunya.

Sumber :
http://effendi-dmth.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-laporan-tertulis.html#.UXKRGqJ3bO0
http://www.pramukanet.org/index.php?option=com_content&task=view&id=396&Itemid=100#.UXKQdKJ3bO0

Minggu, 17 Maret 2013

Jenis-Jenis Karangan



JENIS-JENIS KARANGAN

A. Karangan Narasi
1. Pengertian Narasi
            Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.
Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif. Contoh narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Sedangkan contoh narasi sugestif adalah novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.
Pola narasi secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal – tengah – akhir.
·         Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.
·         Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda.
·         Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.
Langkah menyusun narasi (terutama yang berbentuk fiksi) cenderung dilakukan melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Oleh karena itu, cerita dirangkai dengan menggunakan "rumus" 5 W + 1 H, yang dapat disingkat menjadi adik simba
1.     (What) Apa yang akan diceritakan,
2.     (Where) Di mana seting/lokasi ceritanya,
3.     (When) Kapan peristiwa-peristiwa berlangsung,
4.     (Who) Siapa pelaku ceritanya
5.     (Why) Mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan
6.     (How) Bagaimana cerita itu dipaparkan.

B. Karangan Eksposisi
1. Pengertian Eksposisi
Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat
2. Ciri-ciri karangan Eksposisi
            Karangan ini bersifat informatif, pengarang hanya menjelaskan satu pokok persoalan saja.
ciri penanda karya eksposisi adalah berikut:
a.       Berupa tulisan yang berupa pengertian dan pengetahuan
b.      Menjawab pertanyaan apa, mengapa, kapan, dan bagaimana.
c.       Disampaikan dengan bahasa baku dan lugas.
d.      Menggunakan nada netral, tidak memihak, dan tidak memaksakan sikap penulis pada pembaca.
3. Jenis-jenis Karangan Eksposisi
 1)   Eksposisi identifikasi
            Pengarang eksposisi indentifikasi akan berusaha menyatakan kesamaan dari suatu yang dibicarakan, yaitu dengan menyebutkan ciri-ciri pengenal
2)   Eksposisi Perbandingan
            Eksopisis perbandingan merupakan eksposisi yang merupakan suatu objek dan jelas menunjukan kesamaan-kesamaan atau perbedaan. Dengan mengenakan dasar tertentu dengan eksposisi perbandingan, pengarang dapat memperkenalkan suatu objek lain yang sudah dikenal.
3)  Eksposisi Proses
            Eksposisi Proses merupakan eksposisi yang berusaha menjawab pertanyaan dan dengan memperkenalkan alat untuk proses tersebut          
4)  Eksposisi Ilustrasi
            Merupakan pemaparan suatu objek yang menuntut adanya penjelasan dengan bukti yang kongkrit atau gambara secara langsung.
5)  Eksposisi klasifikasi
6) Eksposisi definisi
7) Eksposisi opini
8) Eksposisi perbandingan
4. Langkah-langkah mentususun karangan eksposisi
a. Menentukan topik yang akan disajikan
            Pokok masalah yang akan kita paparkan dalam karangan itulah topik pembicaraan kita dalam karangan dan itu pula pertama-tama harus kita lakukan.

b. Menentukan Tujuan Eksposisi
            Tujuan karangan eksposisi yang akan kita garap tidak akan jauh dari tujuan eksposisi yang akan dipaparkan pengarang.
c. Membuat Kerangka Karangan
            Kerangka karangan hendaknya disusun secra lengkap dan sistematis, semua gagasan yang akan kita catat dan kita pilih untuk menentukan pikiran utamanya.
d. Mengembangkan Eksposisi
            Pengembangan dalam eksposisi harus benar-benar memperhatikan cirri-ciri keeksposisian, yaitu bersifat informatif, demokratis, objektif, dan logis seperti yang telah diuraikan diatas.

C. Karangan Deskripsi
1. Pengertian Deskripsi
            Deskripsi adalah tulisan yang bertujuan memberikan perincian detail tentang objek sehingga dapat memberikan pengaruh pada sentivisitas dan imajinasi pembaca dan pendengar, bagaikan, mereka ikut melihat, mendengar, merasakan atau mengalami langsung objek tersebut .
2. Ciri-ciri Karangan Deskripsi
a) Berupaya memperlihatkan detail atau perincian tentang objek.
b) Bersifat memberikan pengaruh sensitivisitas dan membentuk imajinatif pembaca.
c) Disampaikan dengan gaya memikat dan dengan pilihan kata yang menggugah.
d) Memaparkan tentang sesuatu yang dapat didengar, dilihat dan dirasakan sehingga objeknya pada umumnya berupa benda, alam, warna dan manusia.
e) Banyak menggunakan susunan ruang (spartial onder).
3. Jenis-jenis Karangan Deskripsi
a. Deskripsi Ekspositoris (Deskripsi Teknis)
            Bertujuan menjelaskan sesuatu dengan perincian yang jelas sebagaimana adanya tanpa menekankan unsur impresi atau sugesti kepada pembaca.
b. Deskripsi Aristik
            Deskripsi yang mengarahkan kepada pemberian pengalaman kepada pembaca bagaikan berkenalan langsung dengan objek yang disampaikanya dengan cara menciptakan sugesti dan impresi melalui keterampilan penyampaian dengan menggunakan gaya bahasa yang memikat dan pilihan kaya yang mengguah pikiran.
4. Langkah-langkah Menyususun Karangan Deskripsi
a) Menyusun Topik
            Topik yang diambil tidak boleh sama dengan jenis karangan eksposisi atau jenis karangan yang lain. Yang berbeda adalah menyusun topik itu sesuai dengan tujuan deskrpsi.
b) Menetapakan Tujuan
            Tujuan hendaknya disusun secra tepat, karena tujuan penulisan merupakan pedoman untuk mencari data yang diperlukan dalam memberikan gambaran terhadap objek atau permasalahan yang dikemukakan dalam karangan,
c) Menyususn Kerangka karangan
            Susunan kerangka karangan hendaknya lengkap dan sistematis, semua gagasan yang akankita paparkan seluruhnya dicatat.
d) Mengembangkan Kerangka Karangan
•         Setiap pokok pikiran yang terdapat pada kalimat-kalimat dalam kerangka karangan dikembangakan menjadi paragraf-paragraf yang lengkap.
•         Gunakan tanda baca sesuai dengan ketentuan EYD
•         Gunakan pilihan kata yang tepat supaya pembaca dapat merasa seolah-olah melihat, merasakan, meraba atau mendengar sendir objek yang ditulis dalam karangan deskripsi.

D. Karangan Argumentasi
1. Pengertian Karangan Argumentasi
            Karangan argumentasi adalah karanagan yang berusaha membuktikan kebenaraan dengan berfikir kritis dan logis bertolak dari fakta-fakta untuk mencapai suatu kesimpulan.
2. Ciri-ciri Karangan Argumentasi
            Yang membedakan karangan argumentasi denagan jenis dengan karangan yang lain adalah karangan argumentasi merupakan jenis karangan ilmiah.
            Ciri-ciri karangan argumentasi sebagai berikut;
a.       Merupakan karangan ilmiah
b.      Menggunakan bahasa yang rasional dan objektif
c.       Menggunakan argumen-argumen yang kuat
d.      Mengunakan pemikiran-pemikiran yang logis dan rasional
e.       Mengajukan bukti-bukti atau fakta-fakta yang aktual
3. Prinsip Argumentasi
            Karangan argumentasi bertitik tolak dari prinsip-prinsip atau dasar-dasar sebagai berikut:
a.       Pengetahuan serba sedikit tentang subjek dan prinsip ilmiah yang akan dikemukakan.
b.      Pertimbangan pandanagan atau pendapat yang bertentangan dengan pendapat sendiri
c.       Pengungkapan persoalan secara jelas.
d.      Penyelidikan terhadap persyaratan mana yang masih diperlakukan untuk tujuan-tujuan lain dalam persoalan yang dibahas.

E. Artikel
            Topik naskah atau artikel dalam suatu media masa biasanya membahas masalah yang sedang banyak dibicarakan oleh masyarakat sehinga mampu menarik perhatian pembaca.
1. Jenis-jenis Artikel
A) Artikel Bercorak Cerita
            Artikel yang bercorak cerita ini mengungkapakan suatu pristiwa yang mempunyai sebab akibat.Oleh kareana itu, artikel seperti ini harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a.  Mengemukaka ciriciri khusus suatu objek,
b. Mengungkapkan hal-hal yang kongkrit,
c.  Banyak menggunakan kalimat aktif,
d.  Banyak melibatkan kalimat percakapan.
B) Artikel Bercorak Gambaran
            Artikel jenis ini harus mampu memberikan gambaran-gambaran tentang suatu objek tertentu, sehingga para pembaca mendapatkan kesan terhadap masalah yang sedang dibicarakan.
C) Artikel Bercorak Argumentasi
            Walaupun pada prinsipnya, semua karangan ilmiah itu harus didukung oleh argumentasi dengan data-data yang kuat. Tetapi karangan yang yang bercorak argumetasi ini lebih dititik beratkan terhadap argumen-argumen yang benar-benar kuat dan cocok dengan topik permasalahan yang sedang dibahas sehingga tafsiran argumentasi penulis benar-benar dapat diandalkan.
2. Langkah-langkah Menyusun Artikel
Artikel perlu diperhatikan sebagai berikut:
a.       Memilih Topik
Topik yang dipilih harus menarik perhatian penulis dan pembaca.
b.      Menyampaikan Bahan
c.       Pembentukan Kerangka Karanagan
Kerangka karangan dapat dibuat sebagai berikut:
1)      Pengantar
2)      Latar belakang masalah
3)      Faktor penunjang minat mahasiswa belajar menulis
4)      Faktor penghambat minat maahasiswa belajar menulis
5)      Alternative pemecahan masalah
6)      Saran-saran
7)      penutup
d.      Penulisan Nasakah
e.       Revisi Naskah
Sebelum naskah dikirimkan ke redaksi, penulis harus melakukan revisi atau perbaiakan.

F. Makalah
            Karya tulis yang berupa makalah lebih banyak disusun secara ilmiah dengan cara melalui prosedur ilmiah. ada tujuh sikap ilmiah yang diperlukan oleh penulis karya ilmiah yaitu:
1. Sikap ingin tahu;
2. Sikap kritis;
3. Sikap terbuka;
4. Sikap objektif;
5. Sikap rela menghargai karya orang lain;
6. Sikap berani mempertahankan kebenaran;
7. Sikap berfikir kedepan.

1.Pengertian dan Karakteristik Makalah
a. Pengertian Makalah
            Makalah adalah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik yang tercakup dalam ruang lingkup perkuliahan. bahwa makalah adalah kertas kerja ilmiah, tertulis secara singkat dan tepat didalamnya mengandung satu pokok bahasan secara terpadu diplot tunggal.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan, bahwa makalah:
1.      Merupakan karya ilmiah
2.      Dapat dibacakan atau diterbitkan
3.      Dapat juga adigunakan untuk memenuhi tugas yanga dipersyaratkan oleh lembaga pendidikanbagi pelajar atau mahasiswa.  
b.      Karakteristik Makalah
ciri-ciri karya ilmiah sbagai berikut:
1.      Menyajikan fakta objaktif secara sistematik atau aplikasi hokum pada situasi spesifik.
2.      Tidak bermotif atau tidak menonjolkan perasaan.
3.      Tidak melebih-lebihkan sesuatu
            Jika diamati penulisan makalah untuk kepentingan mahasisiwa memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.      Merupakan kajian letiratur atau laporan tentang pelakasanaan suatau kegiatan lapangan yang sesuai dengan cakupan permasalahan suatu perkuliahan.
2.      Mendemonstrasikan pemahaman mahasisiwa tentang permasalahan teorerik yang dikaji atau kemampuan mahasisiwa dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip atau yang berhubungan deangan perkuliahan.
3.      Menunjukan kemampuan pemahaman terhadap isi dari berbagai sumber yang digunakan.
4.      Mendemontrasikan kemampuan meramu berbagai sumber informasi dalam kesatuan sistematika yang utuh.
2. Sistematika penulisan makalah
      Secara sederhana intinya dapat dikemukakan terdiri atas
1.      Pendahuluan
2.      Isi,dan
3.      Kesimpulan
Ada unsur penunjang yang harus dicantumkan terdiri atas:
1.      Judul pada bagian awal
2.      Abstarak,dan
3.      Daftar pustaka pada bagian akhir

G. Usulan Penelitian/ Proposal Penelitian
            Usulan penelitian atau proposal penelitian pada hakikatnya adalah rancangan yang menggambarkan apa yang hendak diteliti dan bagaimana penelitian itu akan dihasilkan. Dibawah ini dijelaskan bentuk dan isi usulan penelitian.
1.      Judul Penelitian
            Usulan panelitian harus mencantumkan judul. Judul penelitian harus mencerminkan isi tetapi diusahakan tidak terlalu panjang.
2.      Latar Belakang Penelitian
            Latar belakang penelitian menguraikan beberapa alasan parakatis dari seseorang peneliti terhadap tema atau judul yang diteliti.
3.      Permasalahan
            Permasalahan adalah inti persoalan dalam penelitian. Persoalan inti ini timbul dari berbagai persoalan yang ada. Oleh karma itu, seorang peneliti dituntut untuk melakukan identifikasi ( penelitian kuantitatif ) atau fokus ( penelitian kualitataif ) terhadap permasalahan tersebut. Misalanya, ada permasalahan yang berhubungan dengan kekacauan penggunaan bahasa Indonesia.
4.      Tujuan dan Kegunaan Penelitian
            Tujuan pengunaan penelitian pada dasarnya adalah harapan yang ingin dicapai atau diketahui dari hasil penelitian. Tujuan dinyatakan dalam kalimat pernyataan, bukan kalimat pertanyaan.
5.      Kerangka Teori atau Teori Acuan
            Kerangka teori merupakan langkah ilmiah yang harus ditempuh oleh penelitian dengan melakukan pengkajian teori-teori yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti.
6.      Hipotesis ( jika diperlukan )
            Dalam penelitian kuantitatif, penggunaan dua atau lebih variable itu menjadi syarat. Oleh karena itu penggunaan hipotesis merupakan pernyataan hubungan dua variable atau lebih. Sebaiknya hipotesis merumuskan dalam dua bentuk, yakni yakni bentuk verbal dan bentuk simbol (notasi).
7.      Metodologi Penelitian
            Metodologi adalah pengetahuan tentang metode-metode, Jadi, metodologi penelitian merupakan pengetahuan tentang berbagai metode yang dipergunakan dalam penelitian.
8.      Daftar Pustaka
            Apabila usulan penelitian ditulis untuk diajukan kepada lembaga agar memperoleh pembiayaan,tambahkanlah penjelasan mengenai :
•         Biaya yang diperlukan untuk gaji atau upah, penyusuna instrument dan pengandaanya, biayua pengumpulan data, biya analisis data, dan laian:
•         Organisasi dan personel penelitian (jika penelitian dilakukan oleh tim)
•         Jadwal penelitian.

H. Laporan
            Laporan merupakan bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan.Laporan-laporan kuantitatif didukug oleh empat unsur penunjang.Unsur penunjang yang dimaksud meliputi:
1.      pelapor
2.      penerima laporan
3.      bahan yang dilaporkan,dan
4.      sarana komonikasi (bahasa)
            Bentuk laporan itu beragam Berdasarkan metode penyampainanya, dikenal adanaya laporan lisan laporan tertulis.Dilihat dari segi keresmianya, dikenal adanya laporan formal dan laporan non formal. Laporan formal memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut.
a.       Harus ada halaman judul;
b.      Biasanya ada surat penyerahanya;
c.       Walaupun tidak panjang, sebuah laporan foramal selalu memilih sebuah daftar isi;
d.      Ada sebuah ikhtisar (kadang-kadang abstrak) mengawali laporan;
e.       Ada bagian yang disebut pendahuluan, sebagai suatu informasi awal bagi pembaca;
f.       Bila ada kesimpulan dan saran (rekomendasi) biasanaya diberi judul tersendiri;
g.      Isi laporan yang terdiri atas judul-judul deangan tingkat yang berbeda-beda;
h.      Nada yang digunakan berupa nada resmi, gayanya bersifat impersonal;
i.        Laporan formal disertai pula table angka-angka (jika dianggap perlu)
j.        Laporan formal biasanya didokumentasikan secara khusus.

I. Ringkasan
            Berlatih membuat ringkasan merupakan cara yang efektif untuk mengembangkan daya ekpresi pelajar. Pelatihan-pelatihan yang intensif sangat fugsional untuk meningkatkan daya kreasi pelajar.Denagan meringkas, pelajar terdorong untuk membaca dan mendeangarkan secara cermat. Ringkasan yang baik dapat diperoleh bila peringkas dapat membaca atau mendeangarkan secara cermat.Ada beberapa rambu-rambu yang perlu diperhatikan dalam meringkas:
1. Membaca Naskah Asli
            Penulis ringkasan harus membaca asli secara menyeluruh beberapa kali untuk mengetahui maksud pengarang dan sudut pandang pengarang. Rincian daftar isi karangan mempunyai keterkaitan dengan judul karangan itu. Paragraf dalam karangan menunjang pokok yang tercantum dalam daftar isi.                                                                                                                                                                                                            
2.Mencatat Gagasan Utama
            Semua gagasan utama dicatat atau digaris bawahi. Tujuan pencatatan gagasan utama pertama, untuk pengamanan agar penulisan ringkasan lebih mudah meninjau kembali apa pokok yang dicatat itu penting atau tidak. Kedua, catatan dijadikan dasar pengolahan selanjutnya.
2.Membuat Reproduksi
            Menyusun kalimat baru, merangkai semua gagasan kedalam wacana yang jelas dan dapat diterima akal sekaligus dapat menggambarkan isi dari karangan asli.  Kalimat pengarang asli hanya boleh digunakan bila kalimat itu dianggap penting karena merupakan kaidah, simpulan atau rumusan yang padat.

J. Laporan Buku    
            Laporan buku sebenarnya bertujuan mendorong mahasiswa untuk buku-buku yang diwajibkan atau dianjurkan serta meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami isi buku tersebu.
Adapun sistematika laporan buku sebagai berikut:
Pendahuluan : Memberi gambaran teknis buku/bab yang dillaporkan seperti judul,                      pengarang, tahun terbit, tempat penerbitanatau edisi, jumlah halaman, jumkah bab, dan keadaan formal buku, serta alasan formal membuat laporan.
Isi buku/bab : Mengemukakan isi buku/bab yang dilaporkan sebagai bukti pemahaman pelapor terhadap buku/bab yang dilaporkan berupa ringkasan yang diperinci bab demi bab.
Kesimpulan : Kesimpulan buku/bab yang dilaporkan atau implikasi terhadap setudi yang sedang dilaksanakan.

K. Resensi Buku
1.Pengertian
            Resensi adalah suatu tulisan atau mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku (Keraf, 980:274). Peresensi harus mempertimbangkan selera dan tingkat pendidikan pembaca. Faktor dasar peresensi 1. Peresensi harus memahami sepenuhnya tujuan dari pengarang asli. 2. Harus menyadari tujuan membuat resensi itu.
2.Fungsi Resensi Buku
a.Fungsi informatif  
            Peresensi menginformasikan keberadaan buku pada halayak ramai hingga mereka berminat membaca dan dengan mudah memperoleh buku tersebut.
b.Fungsi komersial
            Peresensi mempromosiksn keberadaan buku tersebut. Dengan, demikian penerbit dan toko buku secara langsung atau tidak langsung memperoleh keuntungan.
c.Fungsi akademik
            Meliputi interaksi pembentukan wacana keilmuan karena peresensi berbagi pengalaman tentang topik tertentu.
3. Sikap Peresensi
            syarat presensi harus trampil menulis, mengenal dengan baik bidang yang diresensi, mampu menganalisis dan mengetahui pustaka yang lain untuk perbandingan.
4. Gaya Penulisan Resensi
            Penulis harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a.       Menggunakan gaya bahasa yang cocok dengan selera pembaca sasaran.
b.      Menulis resensi akan semakin mudah bila sering membaca resensi yang ditulis orag lain.
c.       Pilihlah judul resensi yang menarik dan menggit dari julul buku yang diresensi.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Karangan
http://deddydoctors.blogspot.com/2011/01/berbagai-jenis-karangan-dalam-bahasa.html